Tampilkan postingan dengan label O2 Piggy Back. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label O2 Piggy Back. Tampilkan semua postingan

11 Maret 2017

Pengiritan di Toyota AGYA sungguh LUAR BIASA 31,3 (3 orang) >>> 17,7km/liter, muatan 5 orang

Mohon maaf ternyata setelah dicek dengan teliti dengan jarak yang lebih jauh hanya tercapai 1 liter untuk 17,7 km

ini untuk menghindari kesalahan pengukuran dispenser BBM di SPBU



Hasil pengetesan ini adalah benar adanya tetapi kami menduga adanya kesalahan dispenser SPBU

Hari ini kami melakukan pengetesan oxygen sensor piggyback yang dipasang di Toyota Agya dipadukan dengan hidrogen generator yang sudah terpasang dua minggu sebelumnya

Hasil pengetesan kita berjalan-jalan dari Citra Raya Cikupa menuju ke pintu tol Bitung lalu masuk ke arah Balaraja Barat ada sedikit Space untuk tol Kita uji kecepatan maksimum kita tempuh 120 km per jam

Keluar dari pintu tol Balaraja Barat disongsong oleh macet masuk ke citraraya kembali banyak jalan tikus yang macet pada hari Sabtu ini

Lalu kami mengisi bahan bakar minyak di pom bensin yang sama dan didapat pengisian bahan bakar hanya 0,93 liter dengan jarak tempuh 29,2 KM artinya 1 liter bahan bakar minyak pertalite mampu untuk menempuh jarak sejauh 31,3 km

[3/11, 2:00 PM] Renault Michael Andri: Cara pengukuran spt apa?
[3/11, 2:00 PM] Renault Michael Andri: Trayek nya? Drive style nya?
[3/11, 2:09 PM] Arief aDnet : Teman yang ikut mengetes sampai mabok karena saya kalau pakai Agya loncat-loncat nyetirnya





24 Desember 2008

New Features Oxigen Sensor Piggyback (OSP/ EFIE)


1. Low Wattage, pemakaian power hanya 2 watt, power ikut power on kontak
2. Easy, Only 1 wire cut, hanya potong 1 kabel di O2 sensor, bukan kabel body, sekalian berguna untuk memonitor kondisi pulsa O2 sensor, yang bertanggung jawab terhadap AFR, dengan terminal 4 jalur, sangat mudah memasangnya
3. Safe 1, Anti Ground Fail Sensing, sensor dan ECU aman jika ground alat mengalami gangguan.
4. Safe 2, Over voltage Protection, tegangan keluaran diprotek maks 0,8 volt ke ECU mobil
5. Safe 3, Anti Polution Fault/ Anti Check Engine Light (CEL) from ECU: dengan input dari O2 sensor, Modified Output from O2 Input dan Self Generating Modified Independent Signal, gabungan keduanya hasilkan Ultra Lean AFR, digunakan jika alat HHO yang terpasang di mobil jenis Brute Force Electrolysis, dengan keluaran minimal 200 cc/menit pada mesin bensin up to 1500 cc/ 2500 cc diesel non turbo. Segera hadir More Brute Force Electrolysis ECU combined with New Design Durable Longer Life HHO Reactor dengan HHO output up to 300 cc/menit untuk mesin bensin up to 2500 cc/ 2500 cc diesel turbo
6. Wide Range Tuning, bisa buat irit, normal atau performance
7. Bypass Switch
8. High Input impedance: > 3900 Ohm
9. Good Design, dibuat untuk semua mobil dengan Oksigen Sensor type NARROW BAND, untuk jenis WIDE BAND belum tersedia
10. Release on December 2008

18 Oktober 2008

OSP (Oxigen Sensor Piggyback) HADIR






Isi bensin full sapai leher tutup tangki bensin, rute dari Citra Raya Cikupa, keluar j 18, macet di gerbang sampai pintu tol Bitung, Tol arah Merak, keluar Serang Timur, makan ayam tulang lunak dulu, trus pulang , di tol merayap 20kpj karena ada perbaikan sehingga jadi 1 jalur, keluar pintu tol Bitung, arah Citra Raya lagi, ramai lancar isi di pom bensin di dalam Citra Raya (PASTI PAS katanya) foto tersebut adalah saat isi kedua kali, staff pom bensin nya sampai tanya2 koq pake foto2 segala.
Pengujian OSP sudah finish, pengujian dilakukan di Daihatsu Granmax 2008 dengan O2 sensor. Hasil memuaskan, biasanya jika isi bensin full sampai leher maka untuk berkurang 1 bar di digital fuel meter jarak yang berhasil ditempuh adalah 62km, sekarang setelah menggunakan OSP berhasil menempuh jarak 93,5km per 1 bar dari kondisi full tank. Saat ini juga sudah dipakai di Innova 2007 O2 sensor, hasil menyusul ya
Hasil terbaru Granmax 1500cc vvti 115,6km/7,67liter, atau 15,071km/l mixed tol(ada perbaikan tol merak shg antri 20km/j) dan non tol(ada macet juga) biasanya hanya 10km/l dengan cara mengemudi tidak berbeda yaitu relatif suka cepat, 2penumpang, ac 1/5 karena sedang kedinginan, tidak ada gejala knocking, tenaga baik karena masing sering mendahului mobil lain, hanya kalau gas lebih 50% sedikit tertahan(untuk ingatkan pengemudi bahwa mode irit jangan suka main gas), tetapi dengan HHO kita biasanya hanya injek gas 10%-35%, mode setelan belum irit maksimum, masih setting 45%irit
Hasil berikutnya pengetesan pada jarak yang sama, kecepatan lebih tinggi, dan pengemudian lebih kasar, jumlah penumpang 3 orang, ac setel lebih dingin (setengah), jarak lebih dekat, sampai pintu Tol Ciruas hasil 86km dengan bensin 6,6liter, jadi menurun 1liter sekitar 12,9km 1:12.9. Jika sebelumnya 1liter 9.8km, maka pengiritan aktual sekitar 30%. Ternyata ada masalah penurunan produksi HHO sehingga pengiritan berkurang, setelah diperbaiki pengiritan yang sama tetap bisa didapatkan. Masalah umur sel terselesaikan dengan menggunakan sel yang 3x lebih tebal dan kondisioner plat (bukan katalis) sehingga lebih tahan lama.
Kemampuan:
1. Low wattage, alat hanya mengkonsumsi daya sekitar 1-2 watt. Desain kami gunakan lain, dikembangkan lebih daripada yang di internet, dengan beberapa penambahan fasilitas kontrol yang lebih akurat. Input impedance 100Kohm, tidak akan membebani sensor yang ada, output diprotek dengan pembatas tegangan, maksimal keluaran adalah 0,75 volt.
2. Bekerja sama dengan ECU mobil menghasilkan sistem addaptive control. Jika ada gejala ngelitik sedikit, kita injak gas sedikit mendadak/ gas di kaget maka sistem akan menghilangkan gejala ngelitik tersebut. Perlu diingat bahwa setelan keiritan yang digunakan adalah sesuai batas ngelitik dari mesin atau tergantung pada batas kemampuan mesin yang berkorelasi dengan jumlah gas H2 yang dimasukkan ke mesin. Makin banyak gas H2, maka kemampuan mesin diirit makin besar.
3. Tenaga yang tidak berubah. Semula kami kira tidak terjadi pengiritan karena tenaga sama, ternyata pengiritan sangat signifikan terjadi. Seperti halnya pada mesin karburator, dimana ketika kita setel AFR nya tenaga tidak berubah/ relatf sama/ turun sedikit sekali maka sama hal nya dengan saat menggunakan OSP ini. Namun perlu diperhatikan bahwa alat H2 anda HARUS berfungsi, jika tanpa H2 maka penyetelan irit maksimal 10-15% saja, karena lebih dari itu kurang bagus untuk mesin.
4. Wide range tuning. Bisa disetel boros/ performance, normal, atau irit tergantung setelan potensio di alat.
5. Universal. Bisa digunakan untuk H2 booster type apapun, tetapi tetap mengacu pada kepraktisan dan jumlah gas yang dihasilkan. Fungsi ganda digunakan sebagai indikator untuk memonitor O2 sensor pada mobil apakah masih berfungsi/ tidak
6. Pengiritan terjadi tetapi tetap berhubungan dengan DRIVING STYLE, secara alamiah kita akan menyetir lebih lincah jika ada H2 booster, jika driving style tetap sama maka pengiritan lebih besar mencapai 80% adalah bukan sesuatu yang mustahil sesuai dengan testimoni orang- orang di internet yang telah mencoba kehandalan H2 booster dan EFIE ini.

Berikutnya:
Segera hadir MAP/ MAF enhanced piggyback, khusus untuk mobil dengan sistem injeksi non O2 sensor. Sistem ini adalah pemasangan O2 sensor pada mobil NON O2 sensor sehingga mesin tersebut bisa diirit tanpa merusak mesin atau tenaga kurang saat dibutuhkan. Rata-rata piggyback/ sensor manipulator saat ini menganut sistem open loop sehingga hanya mengurangi debit bensin sesuai setelan tuning pada elektronik tambahan. Dengan tambahan O2 sensor ini maka mobil- mobil injeksi lama yang menganut sistem open loop bisa dijadikan sistem CLOSE LOOP. Hemat terasa, tenaga saat dibutuhkan juga OK, salam